Kamis, 04 Agustus 2011

Network Monitoring System With Nagios 3 at Ubuntu 10.10

Sekilas tentang Nagios
Nagios merupakan sebuah sistem dan aplikasi monitoring jaringan yang diciptakan oleh Ethan Galstad. Nagios mengawasi host-host dan servis yang telah ditetapkan, memberi peringatan jika keadaan memburuk, dan memberi tahu kapan keadaan tersebut membaik. Nagios dijalankan dalam Linux. Nagios adalah tool network monitoring system open source yang terbaik. Nagios bersifat modular, mudah digunakan, dan memiliki skalablitas tinggi. Modul atau plugin pada nagios sangat simple. Anda pun dapat membuatnya guna melengkapi system checking pada nagios sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mendownload source nagios klik url ini. Nagios awalnya didesain untuk berjalan pada sistem operasi  Linux, namun dapat juga berjalan dengan baik hampir disemua  sistem operasi unix like. Beberapa fitur­fitur yang tersedia pada Nagios diantaranya adalah :
  • Monitoring of network services (SMTP, POP3, HTTP, NNTP, PING, etc.)
  • Monitoring of host resources (processor load, disk usage, etc.)
  • Simple plugin design that allows users to easily develop their own service checks 
  • Parallelized service checks 
  • Ability to define network host hierarchy using "parent" hosts, allowing detection of and distinction between hosts that are down and those that are unreachable
  • Contact notifications when service or host problems occur and get resolved (via email, pager, or user­ defined method) 
  • Ability to define event handlers to be run during service or host events for proactive problem resolution 
  • Automatic log file rotation 
  • Support for implementing redundant monitoring hosts 
  • Optional web interface for viewing current network status, notification and problem history, log file, etc.


Installasi & Konfigurasi Nagios 3

Adapun langkah-langkah dalam melakukan installasi nagios 3 pada ubuntu 10.10 adalah sebagai berikut :


1. Mulai hidupkan Ubuntu 10.10. Bisa melalui Sistem operasi yang sudah ada yakni Ubuntu 10.10, atau dengan VMWare.


2. Install apache2 di Ubuntu 10.10 yang akan digunakan untuk memonitoring bandwidth jaringan nanti dengan cara masuk ke aplikasi terminal pada Ubuntu.



3. Ketikkan command berikut ini untuk install apache:
    §  apt-get install apache2

    maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini :

    Reading package lists... Done
    Building dependency tree
    Reading state information...
    Doneapache2 is already the newest verstion.0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 70 not upgraded



    4. Ketikkan command berikut untuk install Nagios :
    §  apt-get install 


    5. Selanjutnya ketik command berikut ini :
    §  nano /etc/nagios3/conf.d/localhost_nagios2.cfg
    Gambar dibawah ini merupakan hasil konfigurasi yang telah dilakukan di atas :

    6. Jika sudah, ketikkan command berikut untuk hostgroups :
    §  nano /etc/nagios3/conf.d/hostgroups_nagios2.cfg
    a)    tambahkan define hostgroup untuk ping
    b)    ubah members sesuai dengan nama host-host tetangga (yang kita monitoring).

    Gambar dibawah ini merupakan hasil konfigurasi yang telah dilakukan di atas :
    7.    Lalu ketikkan command berikut untuk konfigurasi service nagios :
    §  nano /etc/nagios3/conf.d/services_nagios2.cfg
    a)    tambahkan define service untuk ping
    b)    pada hostgroup-name dan service description adalah ping, check_command adalah check_ping.

    Maka hasilnya adalah seperti pada gambar dibawah ini :

    8.    Lakukan restart nagios untuk menampilkan semua yang sudah dikonfigurasi dengan mengetikkan command berikut ini :
    §  /etc/init.d/nagios3 restart

    9.    Selanjutnya buka halaman browser kemudian ketikkan alamat berikut ini pada alamat web :
    10. Halaman yang muncul adalah tampilan login, masukkan username dan password seperti dibawah ini :
    username: nagiosadmin
    password: jartel

    maka akan muncul halaman utama Nagios seperti gambar dibawah ini:



    11. Pada status map dapat dilihat host yang telah kita tambahkan . Maka akan muncul tampilan gambar berikut:


    12. Untuk tampilan  Host Detail dan Service Detail ditunjukkan gambar berikut:




     naaahhhh . . selesaii dehh system monitoring kita, selamat mencoba tutorial ane ya, semoga bermanfaat ;)


    Selasa, 12 Juli 2011

    Bandwidth Monitoring With Cacti pada Ubuntu

        Pengertian Cacti
     Cacti adalah aplikasi frontend dari RRDTool yang menyimpan informasi kedalam database MySQL dan membuat grafik berdasarkan informasi tersebut। Proses pengambilan data (lewat SNMP maupun skrip) sampai kepada pembuatan grafik dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
    Cacti (Cactus) merupakan aplikasi yang dapat menghasilkan laporan statistik jaringan dalam tampilan graphic. Cacti merupakan frontenil dari RRDtools yang menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk membuat graph, dan menyimpan hasilnya ke dalam sebuah database MySQL. Frontend Cacti dibuat sepenuhnya dengan menggunakan bahasa PHP.
    Cacti dapat digunakan untuk menyimpan graph, data sources, dan round robin archives ke dalam sebuah database. Aplikasi ini juga mendukung protocol SNMP, sehingga dapat digunakan untuk membuat traffic graph menggunakan MRTG.
    Sebagai aplikasi monitoring server yang cukup kompleks, aplikasi ini sudah memiliki banyak fitur. Beberapa fitur yang dimiliki oleh Cacti diantaranya:
    a. Jumlah graph itern yang tidak terhingga, dapat didefinisikan untuk setiap graph secara optional dengan menggunakan CDEF atau data source dari Cacti.
    b. Mendukung semua tipe graph dari RRDTools, termasuk ARXAq STACK LINEU--31, GPRINT, COMMENT, VRULE, dan HRULE.
    c. Data source dapat dibuat dengan memanfaatkan fungsi "create" dan "update", yang terdapat pada RRDTool's.
    d. Mendukung file RRD dengan lebih dari satu data source, dan dapat menggunakan sebuah RRD file yang disimpan di mana saja dalam suatu iocal fiIe system.
    e. Memiliki tree view yang memudahkan user untuk membuat "graph hierarchies", dan meletakkan graph dalam suatu tree.
    f. Memiliki manajemen berbasis user, yang memudahkan administrator untuk menciptakan user, dan memberikan tipe permission yang berbeda antaruser.

    Komponen Utama CACTI

    1. Data Sources

    Untuk menghandel pengumpulan data , anda dapat membuat eksternal script atau command yang akan diperlukan untuk di pilih, cacti kemudian mengumpulkan melalui cronjob dan menyimpan nya kedalam database atau round robin archives.

    Data Sources dapat juga di buat, yang berkoresponden dengan data sebenarnya dalam grafik. Sebagai contoh jika anda ingin membuat grafik ping time ke suatu host, anda harus membuat data sources memanfaatkan skrip yang mengping suatu host yang menghasil kan nilai dalam milliseconds. Setelah mendefinisikan option untuk RRDtool sebagaimana menyimpan data anda dapat mendefinisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh data input. Seperti host yang akan di ping dalam hal ini. Setelah data source di buat, lalu akan di maintain setiap 5 menit secara otomatis.

    2. Graphs

    Setiap satu atau lebih data source di definisikan, sebuah grafik RRdtool dapat dibuat menggunakan data tersebut. Cacti memungkinkan anda membuat hampir setiap grafik RRdtool yang dapat di gambarkan. Menggunakan setiap standar RRdtool grafik tipe dan fungsi gabungan. Suatu area pemilihan warna , dan fungsi pengisian text otomatis juga membantu dalam pembuatan grafik agar proses pembuatan grafik lebih mudah.

    Tidak hanya bisa membuat grafik RRDTool based di cacti, tetapi banyak cara untuk menampilkan grafik. Selain dengan standar “ List view “ dan “ preview mode “ yang menyerupai RRDTool frontend untuk semua , ada "tree view", yang memungkinkan anda untuk menaruh grafik-grafik ke suatu tree yang hirarkis untuk tujuan-tujuan pengelompokan.

    3. User Management

    Karena banyak fungsi cacti, sebuah user management tool builtin dibuat supaya Anda dapat menambahkan para user dan memberi mereka hak-hak untuk bagian bagian tertentu dari cacti. Ini akan memungkinkan seseorang untuk membuat beberapa user yang dapat merubah parameter parameter grafik, sedangkan yang lain nya hanya bisa melihat grafik. Masing masing user juga dapat memaintain setingan mereka sendiri ketika login untuk melihat grafik.

    4. Templating

    Terakhir, Cacti dapat diskalakan menjadi jumlah besar source data melalui penggunaan template. Hal ini memungkinkan pembuatan sebuah grafik atau data source template yang menggambarkan beberapa grafik atau data source yang berhubungan dengan nya. Template template host memungkinkan anda untuk menggambarkan kemampuan dari suatu host maka cacti dapat menggunakan nya untuk informasi atas penambahan suatu host yang baru.

    Dari yang telah dipaparkan di atas cacti memang cukup powefull untuk sebuah traffic monitoring dan memungkinkan setiap client anda memiliki user dan bisa melihat grafik nya sendiri serta memungkinkan anda membuat sebuah monitoring traffic yang terintegrasi baik secara skrip atau snmp.

    Untuk penggunaan lebih jauh menggambungkan cacti dengan software softare atau skrip lain akan membuat cacti menjadi lebih menarik, contoh nya saja jika digabungkan dengan pmacct.
    Persiapan Sebelum instalasi Cacti
    Cacti membutuhkan paket-paket sbb :
    - Web Server yang sudah mendukung PHP dan Database MySQL
    - Database MySQL
    - RRD Tool
    - SNMP Daemon
    Memastikan paket-paket diatas sudah terinstall di system yang akan diinstall cacti.

    Cacti digunakan untuk membuat data grafik seperti kinerja CPU dan bandwidth.
    Hasilnya kita bisa melihat seberapa besar traffic yang terjadi, baik inbound maupun outbond-nya.